Napak Tilas Perintisan Menguatkan Pesan Nilai dalam Halal Bihalal IKPA Jabodetabek

Di tengah hangatnya Halal Bihalal IKPA Jabodetabek, para alumni diajak menelusuri kembali jejak awal perjuangan Pondok Modern Arrisalah melalui penyampaian Kiai Hidayatullah Nawawi, beliau merupakan salah satu dari tiga guru yang diutus dari Gontor untuk mengabdi pada masa perintisan pondok.

Dalam penuturannya, beliau mengisahkan fase awal Arrisalah yang dibangun dalam keterbatasan, ketika proses belajar mengajar berlangsung secara sederhana, bahkan di bawah naungan pohon. Dari ruang yang terbatas itulah, nilai keikhlasan, pengorbanan, dan keteguhan ditanamkan sebagai fondasi utama perjuangan.

Penugasan tersebut merupakan amanah dari KH Syukri Zarkasyi kepada tiga guru untuk mengabdi dan berkontribusi dalam pengembangan pendidikan di Arrisalah. Selain Kiai Hidayatullah Nawawi, dua nama lain yang turut diutus adalah Ustadz Mukhyar Dahri (Bekasi) dan Ustadz Mariadi (Kalimantan). Ketiganya hadir membawa semangat pengabdian yang kemudian menjadi bagian penting dalam perjalanan awal pondok.

Dalam kesempatan itu, Kiai Hidayatullah Nawawi juga menghidupkan kembali pesan-pesan yang dahulu sering digaungkan oleh almarhum KH Muhammad Ma’sum Yusuf– perintis sekaligus pimpinan Pondok Modern Arrisalah. Pesan-pesan tersebut disampaikan kembali sebagai pengingat akan nilai-nilai dasar yang menjadi fondasi perjuangan pondok.

Di antara pesan yang disampaikan:

“Jangan takut melarat, lelah, dan takut tidak dikenal.”

“Hidup ini bukan tentang seberapa lama kita di dunia, tapi seberapa dekat kita dengan Allah.”

“Masalah dalam hidup bukan tanda Allah meninggalkan kita, tapi tanda Allah masih peduli untuk membentuk kita.”

“Ibadah tanpa hati hanya rutinitas, tapi ibadah dengan hati bisa mengubah hidup.”

“Banyak orang sibuk memperbaiki hidupnya, tapi lupa memperbaiki hatinya.”

“Kita capek mengejar dunia, padahal yang kita cari sebenarnya adalah ketenangan.”

Rangkaian pesan tersebut tidak sekadar menjadi nasihat, melainkan refleksi mendalam yang menghubungkan generasi alumni hari ini dengan ruh perjuangan yang telah dirintis sejak awal. Nilai yang diwariskan tidak berhenti sebagai cerita, tetapi menjadi pijakan dalam menjalankan peran di tengah masyarakat.

Kehadiran beliau dalam kegiatan ini tidak hanya sebagai penyampai pengalaman, tetapi juga sebagai saksi hidup dari perjalanan panjang Arrisalah—dari masa sederhana hingga berkembang menjadi lembaga pendidikan yang melahirkan generasi alumni di berbagai bidang.

Melalui momentum ini, para alumni diingatkan bahwa kontribusi yang mereka jalankan hari ini tidak terlepas dari jejak perjuangan yang telah dirintis oleh pendiri pondok. Nilai keikhlasan, kesungguhan, dan pengabdian yang diwariskan menjadi fondasi yang harus terus dijaga dan dilanjutkan.

Share:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *