Sekolah Dasar Islam Arrisalah dikembangkan dengan berbasis Al-Quran dan Sunnah untuk membentuk perilaku santri yang beriman, bertaqwa dan berakhlaqu-l-karimah sehingga mencetak santri yang berkepribadian dan bermoral baik, selain itu peran ustadz dan ustadzah yang selalu mengawal pembelajaran santri baik mukim maupun non mukim juga berpengaruh terhadap perkembangan santri. Keikhlasan ustadz dan ustadzah yang berperan aktif ini menjadi pemicu semangat pengajar dalam meningkatkan kualitas santri-santrinya. Dengan cara dan tujuan, diantaranya:

    1. Untuk membentuk karakter yang diharapkan maka kedisiplinan santri menjadi peran utama dalam pendidikan, karena prestasi belajar yang maksimal hanya diraih dengan kedisiplinan yang baik. Dengan kedisiplinan belajar, santri dapat mencapai prestasi seperti yang diinginkan, rasa disiplin tidak hanya diterapkan kepada santri saja, namun para ustadz-ustadzah juga, karena tanpa disiplin maka semua akan menjadi berantakan dan tidak sesuai dengan sunnah rosul.
    2. Dalam pembentukan akhlak, kurikulum SDIA menggunakan tiga sumber, yaitu Ayatu-l-Mukhtaroh, Hadist, dan Mahfudzot. Dari tiga sumber tersebut diharapkan santri mempunyai akhlak yang baik sesuai dengan pendidikan didalam Al-Quran dan Sunnah Rasulullah SAW. Tidak hanya itu untuk menumbuhkan kecintaan santri pada Al-Quran maka ketika sudah berada di kelas akhir diwajibkan untuk sudah menghafal juz 30. Dalam pembelajaran santri tidak hanya dibekali ilmu agama, namun juga ilmu umum, seperti Matematika, Pkn, Bahasa Indonesia, IPA, dan IPS.
    3. Untuk melatih mental dan membentuk pribadi yang kuat, berjiwa pemimpin, serta dapat menjalin ukhuwah islamiyah dengan baik maka setiap minggunya diadakan pramuka dan muhadloroh. Dalam sehari-hari santri tidak hanya menggunakan bahasa indonesia saja namun juga diterapkan untuk membiasakan menggunakan bahasa arab dan  inggris, hal ini bertujuan agar bahasa santri dapat berkembang luas.

Didalam kegiatan sehari-hari diantaranya ada pembiasaan ibadah dan bahasa yang diterapkan, yaitu:

    1. Apel pagi, yaitu menanamkan kedisiplinan (kedatangan ke sekolah) dan kerapihan (seragam, rambut, kuku, dan lain-lain), dimulai pada pukul 06.45 WIB yang dilanjutkan dengan berdo’a bersama menggunakan tiga bahasa yaitu Bahasa Indonesia, Bahasa Arab, dan Bahasa Inggris.
    2. Memberikan tiga mufrodat atau kosakata sebelum pelajaran dimulai dan diujikan setiap seminggu sekali yaitu pada hari kamis, dimaksudkan untuk mempermudah proses penerapan berbahasa di pondok.
    3. BTA (Baca Tulis Al-Qur’an), yaitu kegiatan yang dilaksanakan sebelum pelajaran dimulai dengan tujuan semoga Allah SWT mempermudah pemahaman santri dan untuk memperbaiki bacaan dan tulisan Al-Qur’an santri.
    4. Kontrol kelas, dilakukan oleh guru piket selama kegiatan belajar mengajar berlangsung. Tugasnya adalah mengontrol semua kelas dan mengecek absensi guru.
    5. Sholat dhuha berjamaah, ini dilakukan sebagai latihan para santri dengan  cara membaca bacaan sholat yang dilafadzkan agar santri SDIA mengetahui dan memperbaiki bacaan sholatnya.
    6. Makan bersama, dilakukan pada istirahat kedua dengan tujuan agar santri bersosialisasi dan agar selalu menyambung tali silaturahmi dengan baik.
    7. Sholat dzuhur berjama’ah, dilaksanakan setiap jam pulang sekolah untuk menumbuhkan ketaqwaan dalam jiwa santri.
    8. Berdoa tiga bahasa, diawal masuk sekolah dan diakhir pelajaran.